Ada request dari salah seorang temen kos nih wkwkwk. Karna kebetulan aku lagi sregep buat bikin kalimat percintaan jadi kubuatkan. Spesial mewakili hati yang sedang terluka.
πΈπΈπΈ
Tak pernah kupercaya
Kau jatuhkan aku sedalam ini
Perlahan menusuk
Dan sakitnya sungguh menyayat
Sungguh
Tak pernah ada wanita yang mau
Bahkan ingin
Menjadi yang kesekian
Dalam suatu hubungan
Berusaha menemukan celah hatimu
Lalu merusak hubunganmu dengannya
Atau bahkan sebaliknya
Sungguh tak pernah ada wanita yang mau
Membagi belahan jiwanya hanya tuk mendapat surga
Surga bagaimana yang kau maksud?
Surga seperti apa?
Apa kau rela jika aku menduaimu
Lalu ku ucapkan "jika kau mau, kau kan dapatkan surga"
Hahaha
Sudah kuduga pasti kau akan marah
Emosi terluap
Muka memerah
Itu yang kurasakan sayang
Tentang apa yang kupendam
Aku tak ingin berada di salah satu posisi itu
Menjadi orang ketiga
Atau merelakan masuknya orang ketiga
Itu sama sakitnya
Aku tau khilafmu ini
Sadar tak bisa temanimu
Bahkan tuk bersamamu
Di malam yang begitu dingin
Di siang yang begitu terik
Kau harus sendiri
Mungkin kau lakukan ini agar tak kesepian?
Lalu aku apa?
Kau pikir aku tak kesepian?
Merajut kepercayaan
Yang kau sobek begitu saja
Sungguh aku tak percaya
Dan saat kau katakan "sayang"
Yang terlintas di benakku hanya "kebohongan"
Dan aku tau aku bukanlah "satu satunya"
Karna ada dia yang menjadi
Kedua
Ketiga
Keempat
Dan seterusnya
Minggu, 17 April 2016
Amarah
Ini titipan dari temen minta dibikinin kalimat
sepertinya dia lagi emosi berat
Aku share buat para pembaca siapa tau lagi emosi juga hehehe
Di kala hati memendam amarah
sepertinya dia lagi emosi berat
Aku share buat para pembaca siapa tau lagi emosi juga hehehe
Di kala hati memendam amarah
Jangan kau luapkan begitu saja wahai anak manusia
Bukan seperti itu caranya
Kau ini manusia
Kau pun tau kau adalah makhluk yang sempurna
Paling sempurna dari segala makhluk ciptaan Tuhan
Akalmu itu pergunakanlah
Agar tidak terlalu bodoh dalam bertindak
Manusia itu pandai
Tak ada yang bodoh
Andai semuanya memakai otaknya dengan baik
Otak itu jangan di pakai untuk menghitung matematika sajalah kawan,
Memangnya kalau mati kau akan ditanya matematika oleh malaikat?
Kan tidak
Otak mu itu pakailah agar segala masalah dipikirkan terlebih dahulu akar permasalahan begitu juga solusinya
Kalau tak kau pakai, akhirnya salah salah menyalahkan
Negative thingking
Over thinking
Saling tunjuk
Saling sindir
Adu kekuatan yang dalam bahasa kerennya bentrokan
Yang semuanya itu berujung keributan
Itu adalah hasil dari emosi> pikiran yang tenang
Semoga kita bocah bocah yang pintar ini selalu memakai otaknya dalam segala permasalahan
Dan karna pada akhirnya orang yang hebat adalah orang yang mampu menahan amarahnya π
Selasa, 23 Februari 2016
Sabtu, 02 Januari 2016
Nahkoda yang Hebat
well.
sebenernya aku iri sama anak lain yang sering di kunjungi sama ortu.
Atau paling nggak deket sama ortu.
Kesibukan ortu yang akhirnya memaksaku buat merasakan jadi anak rantau yang ga pernah dikunjungi, jarang di telepon itu udah biasa.
Sampai waktu ospek pun, yang lain ditungguin, aku ga ada yang nungguin.
Udah nangis-nangis sendiri, ngerjakan tugas sendiri, nyiapin tugas ospek sendiri. Bah!
Sampai saat ini pun, aku lagi sakit ya sakit-sakit sendiri. Nangis sendiri dah di kamar.
Gak pernah gitu kalo nganter aku, sempetin semalam atau dua malam nginep di kos.
Gini ini, aku bingung apa yang harus aku lakuin waktu sakit.
Aku ga mau nyusahin sodara yang di Malang.
Tapi suatu saat, ayah pernah bilang "bahwa nahkoda yang hebat lahir dari laut yang buas"
Maka aku mengerti maksud ayah itu.
Aku cuma bisa menangis.
Benar, hidup ini tak segampang yang dikira.
Ayah mengawasi dari jauh tanpa harus membuatku merasa nyaman karena terus diperhatikan.
Ayah sayang padaku, tapi tak ingin membuatku terlena dengan segala fasilitas yang diberikan
Karena nantinya aku akan semakin dewasa.
Hidup sendiri dengan berbagai rintangan.
Dan manja bukan lagi saat yang tepat untuk anak 18 tahun
sebenernya aku iri sama anak lain yang sering di kunjungi sama ortu.
Atau paling nggak deket sama ortu.
Kesibukan ortu yang akhirnya memaksaku buat merasakan jadi anak rantau yang ga pernah dikunjungi, jarang di telepon itu udah biasa.
Sampai waktu ospek pun, yang lain ditungguin, aku ga ada yang nungguin.
Udah nangis-nangis sendiri, ngerjakan tugas sendiri, nyiapin tugas ospek sendiri. Bah!
Sampai saat ini pun, aku lagi sakit ya sakit-sakit sendiri. Nangis sendiri dah di kamar.
Gak pernah gitu kalo nganter aku, sempetin semalam atau dua malam nginep di kos.
Gini ini, aku bingung apa yang harus aku lakuin waktu sakit.
Aku ga mau nyusahin sodara yang di Malang.
Tapi suatu saat, ayah pernah bilang "bahwa nahkoda yang hebat lahir dari laut yang buas"
Maka aku mengerti maksud ayah itu.
Aku cuma bisa menangis.
Benar, hidup ini tak segampang yang dikira.
Ayah mengawasi dari jauh tanpa harus membuatku merasa nyaman karena terus diperhatikan.
Ayah sayang padaku, tapi tak ingin membuatku terlena dengan segala fasilitas yang diberikan
Karena nantinya aku akan semakin dewasa.
Hidup sendiri dengan berbagai rintangan.
Dan manja bukan lagi saat yang tepat untuk anak 18 tahun
SAKIT
hallo
ketemu lagi sama aku yang cantik jelita HAHA
anyway, ini minggu dimana aku pusing 7 keliling. Minggu yang bener-bener bikin capek.
Di minggu yang harusnya aku mempersiapkan diri untuk ujian akhir, aku malah sakit.
Mulai dari sinusitis sampai daya tahan tubuhku nge-drop.
Berawal dari cuaca di Malang yang begitu dingin membuat sinusitisku kumat.
Ditambah lagi karena terlalu bersemangat dengan yang namanya tugas, aku sampai lupa untuk makan dan minum.
Alhasil, makanan dan minuman yang aku makan ngawur, ga pernah teratur.
Yah uma berbagi pengalaman sih. Seharusnya sesibuk apapun kamu, jangan lupa untuk makan minum dan jaga kesehatan. Akan lebih baik lagi jika menyempatkan untuk olahraga. Jangan seperti aku yang telat ke rumah sakit untuk periksa sinusitis. Akhirnya daya tahan tubuh menjadi semakin lemah. Dari sinusitis yang awalnya biasa saja, akhirnya menjadi pusing. Tapi pusingnya hanya disebelah kiri saja. Ini menyiksa!
Tapi aku berusaha tegar, berusaha meyakinkan orang lain bahwa aku sehat dan baik-baik saja.
Mereka gak pernah tau bahwa dibalik keceriaanku, aku menahan pusing dan sinusitis yang amat sangat menyiksa.
Dan aku menyesal karena tidak mengiyakan omongannya zakik (re: cowokku) untuk segera periksa ke dokter.
Oke, ga lagi-lagi deh buat telat makan, minum obat dan olahraga apalagi telat ke dokter.
ketemu lagi sama aku yang cantik jelita HAHA
anyway, ini minggu dimana aku pusing 7 keliling. Minggu yang bener-bener bikin capek.
Di minggu yang harusnya aku mempersiapkan diri untuk ujian akhir, aku malah sakit.
Mulai dari sinusitis sampai daya tahan tubuhku nge-drop.
Berawal dari cuaca di Malang yang begitu dingin membuat sinusitisku kumat.
Ditambah lagi karena terlalu bersemangat dengan yang namanya tugas, aku sampai lupa untuk makan dan minum.
Alhasil, makanan dan minuman yang aku makan ngawur, ga pernah teratur.
Yah uma berbagi pengalaman sih. Seharusnya sesibuk apapun kamu, jangan lupa untuk makan minum dan jaga kesehatan. Akan lebih baik lagi jika menyempatkan untuk olahraga. Jangan seperti aku yang telat ke rumah sakit untuk periksa sinusitis. Akhirnya daya tahan tubuh menjadi semakin lemah. Dari sinusitis yang awalnya biasa saja, akhirnya menjadi pusing. Tapi pusingnya hanya disebelah kiri saja. Ini menyiksa!
Tapi aku berusaha tegar, berusaha meyakinkan orang lain bahwa aku sehat dan baik-baik saja.
Mereka gak pernah tau bahwa dibalik keceriaanku, aku menahan pusing dan sinusitis yang amat sangat menyiksa.
Dan aku menyesal karena tidak mengiyakan omongannya zakik (re: cowokku) untuk segera periksa ke dokter.
Oke, ga lagi-lagi deh buat telat makan, minum obat dan olahraga apalagi telat ke dokter.
Senin, 07 Desember 2015
Tak Percaya
Holla!
Kali ini aku bakal share sebuah tulisan. Semacam puisi sih, tapi bukan puisi.
Aku gatau apa namanya hahaha.
Apapun namanya, tulisan ini diambil dari sebuah kisah sahabatku sendiri. Sahabatku di bangku kuliah yang kisahnya pilu karena harus rela di sekiankan.
Ok, ini tulisanku. Selamat membaca :*
Tak pernah kupercaya
Kau jatuhkan aku sedalam ini
Perlahan menusuk
Dan sakitnya menyayat
Sungguh
Tak pernah ada wanita yang mau
Bahkan rela
Menjadi yang kesekian dalam suatu hubungan
Berusaha menemukan celah hatimu
Lalu merusak hubunganmu dengannya
Atau bahkan sebaliknya
Sungguh tak pernah ada wanita yang ingin
Membagi belahan jiwanya hanya tuk mendapatkan surga
Surga yang bagaimana yang kau maksud?
Surga seperti apa?
Begini saja
Apa kau rela jika aku menduaimu
Lalu ku ucap "Jika kau mau, kau akan dapatkan surga"
HAHAHA
Sarkasme rasanya
Sudah kuduga pasti kau akan marah
Emosimu meluap
Mukamu memerah
Kalau begitu
Itulah yang kurasakan sayang
Tentang apa yang kupendam
Aku tak ingin berada di salah satu posisi itu
Menjadi orang ketiga
Atau merelakan masuknya yang ke-tiga
Itu sama sakitnya
Aku tau khilafmu ini
Sadar tak bisa temanimu
Bahkan tuk bersamamu
Di malam yang begitu dingin
Di iang yang begitu terik
Kau harus sendiri
Mungkin kau lakukan ini agar tak kesepian?
Lalu aku ini apa?
Kau pikir aku tak kesepian?
Merajut kepercayaan
Yang dengan mudah kau sobek begitu saja
Sungguh aku tak percaya
Dan saat kau katakan "Sayang"
Yang terlintas di benakku hanya "kebohongan"
Dan aku tau
Aku bukanlah "Satu-satunya"
Karna ada dia yang menjadi
Kedua
Ketiga
Keempat
Dan seterusnya
Kali ini aku bakal share sebuah tulisan. Semacam puisi sih, tapi bukan puisi.
Aku gatau apa namanya hahaha.
Apapun namanya, tulisan ini diambil dari sebuah kisah sahabatku sendiri. Sahabatku di bangku kuliah yang kisahnya pilu karena harus rela di sekiankan.
Ok, ini tulisanku. Selamat membaca :*
Tak pernah kupercaya
Kau jatuhkan aku sedalam ini
Perlahan menusuk
Dan sakitnya menyayat
Sungguh
Tak pernah ada wanita yang mau
Bahkan rela
Menjadi yang kesekian dalam suatu hubungan
Berusaha menemukan celah hatimu
Lalu merusak hubunganmu dengannya
Atau bahkan sebaliknya
Sungguh tak pernah ada wanita yang ingin
Membagi belahan jiwanya hanya tuk mendapatkan surga
Surga yang bagaimana yang kau maksud?
Surga seperti apa?
Begini saja
Apa kau rela jika aku menduaimu
Lalu ku ucap "Jika kau mau, kau akan dapatkan surga"
HAHAHA
Sarkasme rasanya
Sudah kuduga pasti kau akan marah
Emosimu meluap
Mukamu memerah
Kalau begitu
Itulah yang kurasakan sayang
Tentang apa yang kupendam
Aku tak ingin berada di salah satu posisi itu
Menjadi orang ketiga
Atau merelakan masuknya yang ke-tiga
Itu sama sakitnya
Aku tau khilafmu ini
Sadar tak bisa temanimu
Bahkan tuk bersamamu
Di malam yang begitu dingin
Di iang yang begitu terik
Kau harus sendiri
Mungkin kau lakukan ini agar tak kesepian?
Lalu aku ini apa?
Kau pikir aku tak kesepian?
Merajut kepercayaan
Yang dengan mudah kau sobek begitu saja
Sungguh aku tak percaya
Dan saat kau katakan "Sayang"
Yang terlintas di benakku hanya "kebohongan"
Dan aku tau
Aku bukanlah "Satu-satunya"
Karna ada dia yang menjadi
Kedua
Ketiga
Keempat
Dan seterusnya
Langganan:
Postingan (Atom)



