I really miss you all my friend. Jika waktu bisa diputar aku akan memperbaiki segala kesalahan yang pernah melukai hatimu. Ada beberapa bait puisi buat kalian yang karna terpisah jarak kita jadi jarang berjumpa. Hoho sedih π’
πΈπΈπΈπΈπΈ
Sahabat
Pernah kalian berfikir kembali ke belakang?
Saat semua cerita menjadi kenangan
Yang indah dan mengenang
Pernah berfikir lagi kembali ke belakang?
Yang secara kasat mata tak mampu di lihat
Dan mampu tuk di pegang
Pernah tersirat di hatimu sebuah nama?
Kala mata mulai terpejam
Dan bulan mulai goyah
Bahwa kau sedang merindukan seseorang
Mungkin lebih dari satu nama
Yang kini tak mampu lagi kau untuk temuinya
Saat waktu terkuras untuk cita cita
Bahkan cinta
Yang ada hanya kenangan
Yang hanya mampu kupendam
Sekedar ingin berjumpa
Tapi tak sampai hati rupanya
Kala melihat banyaknya aktivitas
Dan jauhnya jarak yang memisahkan
Ada yang bilang
"semangat! Besok kita beli semua mulut mereka"
Dalam hati, ya tentu saja
Beli mulut mereka
Hanya bisa dengan harta
Harta mau dicari dimana?
Dicari dengan jembatan cita cita
Dunia kampus yang berbeda
Itu hanya perantara saja menuju kesuksesan
Yakin semua bisa
Kala keringat menetes dengan derasnya
Dan air mata perjuangan
Yang tiada habisnya kita keluarkan
Pasti ada jalan kesuksesan
Untuk kita semua
Semoga Tuhan tau
Dan Tuhan mendengar
Apa yang jadi cita cita kita
Semoga Tuhan mengijinkan
Tuk kita membeli mulut tajam mereka
Biar mereka tau
Kita punya derajat
Kita punya harga
Kita bukan sampah
Memang tampaknya kita tak rupawan
Uang jajan tak berlimpah
Tapi besok kita berada
Berlimpah rejeki dan cinta
Tuhan kabulkanlah
Dari yang menyayangi kalian di setiap saat
Iyaaam π
Minggu, 17 April 2016
Tak Percaya
Ada request dari salah seorang temen kos nih wkwkwk. Karna kebetulan aku lagi sregep buat bikin kalimat percintaan jadi kubuatkan. Spesial mewakili hati yang sedang terluka.
πΈπΈπΈ
Tak pernah kupercaya
Kau jatuhkan aku sedalam ini
Perlahan menusuk
Dan sakitnya sungguh menyayat
Sungguh
Tak pernah ada wanita yang mau
Bahkan ingin
Menjadi yang kesekian
Dalam suatu hubungan
Berusaha menemukan celah hatimu
Lalu merusak hubunganmu dengannya
Atau bahkan sebaliknya
Sungguh tak pernah ada wanita yang mau
Membagi belahan jiwanya hanya tuk mendapat surga
Surga bagaimana yang kau maksud?
Surga seperti apa?
Apa kau rela jika aku menduaimu
Lalu ku ucapkan "jika kau mau, kau kan dapatkan surga"
Hahaha
Sudah kuduga pasti kau akan marah
Emosi terluap
Muka memerah
Itu yang kurasakan sayang
Tentang apa yang kupendam
Aku tak ingin berada di salah satu posisi itu
Menjadi orang ketiga
Atau merelakan masuknya orang ketiga
Itu sama sakitnya
Aku tau khilafmu ini
Sadar tak bisa temanimu
Bahkan tuk bersamamu
Di malam yang begitu dingin
Di siang yang begitu terik
Kau harus sendiri
Mungkin kau lakukan ini agar tak kesepian?
Lalu aku apa?
Kau pikir aku tak kesepian?
Merajut kepercayaan
Yang kau sobek begitu saja
Sungguh aku tak percaya
Dan saat kau katakan "sayang"
Yang terlintas di benakku hanya "kebohongan"
Dan aku tau aku bukanlah "satu satunya"
Karna ada dia yang menjadi
Kedua
Ketiga
Keempat
Dan seterusnya
πΈπΈπΈ
Tak pernah kupercaya
Kau jatuhkan aku sedalam ini
Perlahan menusuk
Dan sakitnya sungguh menyayat
Sungguh
Tak pernah ada wanita yang mau
Bahkan ingin
Menjadi yang kesekian
Dalam suatu hubungan
Berusaha menemukan celah hatimu
Lalu merusak hubunganmu dengannya
Atau bahkan sebaliknya
Sungguh tak pernah ada wanita yang mau
Membagi belahan jiwanya hanya tuk mendapat surga
Surga bagaimana yang kau maksud?
Surga seperti apa?
Apa kau rela jika aku menduaimu
Lalu ku ucapkan "jika kau mau, kau kan dapatkan surga"
Hahaha
Sudah kuduga pasti kau akan marah
Emosi terluap
Muka memerah
Itu yang kurasakan sayang
Tentang apa yang kupendam
Aku tak ingin berada di salah satu posisi itu
Menjadi orang ketiga
Atau merelakan masuknya orang ketiga
Itu sama sakitnya
Aku tau khilafmu ini
Sadar tak bisa temanimu
Bahkan tuk bersamamu
Di malam yang begitu dingin
Di siang yang begitu terik
Kau harus sendiri
Mungkin kau lakukan ini agar tak kesepian?
Lalu aku apa?
Kau pikir aku tak kesepian?
Merajut kepercayaan
Yang kau sobek begitu saja
Sungguh aku tak percaya
Dan saat kau katakan "sayang"
Yang terlintas di benakku hanya "kebohongan"
Dan aku tau aku bukanlah "satu satunya"
Karna ada dia yang menjadi
Kedua
Ketiga
Keempat
Dan seterusnya
Amarah
Ini titipan dari temen minta dibikinin kalimat
sepertinya dia lagi emosi berat
Aku share buat para pembaca siapa tau lagi emosi juga hehehe
Di kala hati memendam amarah
sepertinya dia lagi emosi berat
Aku share buat para pembaca siapa tau lagi emosi juga hehehe
Di kala hati memendam amarah
Jangan kau luapkan begitu saja wahai anak manusia
Bukan seperti itu caranya
Kau ini manusia
Kau pun tau kau adalah makhluk yang sempurna
Paling sempurna dari segala makhluk ciptaan Tuhan
Akalmu itu pergunakanlah
Agar tidak terlalu bodoh dalam bertindak
Manusia itu pandai
Tak ada yang bodoh
Andai semuanya memakai otaknya dengan baik
Otak itu jangan di pakai untuk menghitung matematika sajalah kawan,
Memangnya kalau mati kau akan ditanya matematika oleh malaikat?
Kan tidak
Otak mu itu pakailah agar segala masalah dipikirkan terlebih dahulu akar permasalahan begitu juga solusinya
Kalau tak kau pakai, akhirnya salah salah menyalahkan
Negative thingking
Over thinking
Saling tunjuk
Saling sindir
Adu kekuatan yang dalam bahasa kerennya bentrokan
Yang semuanya itu berujung keributan
Itu adalah hasil dari emosi> pikiran yang tenang
Semoga kita bocah bocah yang pintar ini selalu memakai otaknya dalam segala permasalahan
Dan karna pada akhirnya orang yang hebat adalah orang yang mampu menahan amarahnya π
Selasa, 23 Februari 2016
Sabtu, 02 Januari 2016
Nahkoda yang Hebat
well.
sebenernya aku iri sama anak lain yang sering di kunjungi sama ortu.
Atau paling nggak deket sama ortu.
Kesibukan ortu yang akhirnya memaksaku buat merasakan jadi anak rantau yang ga pernah dikunjungi, jarang di telepon itu udah biasa.
Sampai waktu ospek pun, yang lain ditungguin, aku ga ada yang nungguin.
Udah nangis-nangis sendiri, ngerjakan tugas sendiri, nyiapin tugas ospek sendiri. Bah!
Sampai saat ini pun, aku lagi sakit ya sakit-sakit sendiri. Nangis sendiri dah di kamar.
Gak pernah gitu kalo nganter aku, sempetin semalam atau dua malam nginep di kos.
Gini ini, aku bingung apa yang harus aku lakuin waktu sakit.
Aku ga mau nyusahin sodara yang di Malang.
Tapi suatu saat, ayah pernah bilang "bahwa nahkoda yang hebat lahir dari laut yang buas"
Maka aku mengerti maksud ayah itu.
Aku cuma bisa menangis.
Benar, hidup ini tak segampang yang dikira.
Ayah mengawasi dari jauh tanpa harus membuatku merasa nyaman karena terus diperhatikan.
Ayah sayang padaku, tapi tak ingin membuatku terlena dengan segala fasilitas yang diberikan
Karena nantinya aku akan semakin dewasa.
Hidup sendiri dengan berbagai rintangan.
Dan manja bukan lagi saat yang tepat untuk anak 18 tahun
sebenernya aku iri sama anak lain yang sering di kunjungi sama ortu.
Atau paling nggak deket sama ortu.
Kesibukan ortu yang akhirnya memaksaku buat merasakan jadi anak rantau yang ga pernah dikunjungi, jarang di telepon itu udah biasa.
Sampai waktu ospek pun, yang lain ditungguin, aku ga ada yang nungguin.
Udah nangis-nangis sendiri, ngerjakan tugas sendiri, nyiapin tugas ospek sendiri. Bah!
Sampai saat ini pun, aku lagi sakit ya sakit-sakit sendiri. Nangis sendiri dah di kamar.
Gak pernah gitu kalo nganter aku, sempetin semalam atau dua malam nginep di kos.
Gini ini, aku bingung apa yang harus aku lakuin waktu sakit.
Aku ga mau nyusahin sodara yang di Malang.
Tapi suatu saat, ayah pernah bilang "bahwa nahkoda yang hebat lahir dari laut yang buas"
Maka aku mengerti maksud ayah itu.
Aku cuma bisa menangis.
Benar, hidup ini tak segampang yang dikira.
Ayah mengawasi dari jauh tanpa harus membuatku merasa nyaman karena terus diperhatikan.
Ayah sayang padaku, tapi tak ingin membuatku terlena dengan segala fasilitas yang diberikan
Karena nantinya aku akan semakin dewasa.
Hidup sendiri dengan berbagai rintangan.
Dan manja bukan lagi saat yang tepat untuk anak 18 tahun
SAKIT
hallo
ketemu lagi sama aku yang cantik jelita HAHA
anyway, ini minggu dimana aku pusing 7 keliling. Minggu yang bener-bener bikin capek.
Di minggu yang harusnya aku mempersiapkan diri untuk ujian akhir, aku malah sakit.
Mulai dari sinusitis sampai daya tahan tubuhku nge-drop.
Berawal dari cuaca di Malang yang begitu dingin membuat sinusitisku kumat.
Ditambah lagi karena terlalu bersemangat dengan yang namanya tugas, aku sampai lupa untuk makan dan minum.
Alhasil, makanan dan minuman yang aku makan ngawur, ga pernah teratur.
Yah uma berbagi pengalaman sih. Seharusnya sesibuk apapun kamu, jangan lupa untuk makan minum dan jaga kesehatan. Akan lebih baik lagi jika menyempatkan untuk olahraga. Jangan seperti aku yang telat ke rumah sakit untuk periksa sinusitis. Akhirnya daya tahan tubuh menjadi semakin lemah. Dari sinusitis yang awalnya biasa saja, akhirnya menjadi pusing. Tapi pusingnya hanya disebelah kiri saja. Ini menyiksa!
Tapi aku berusaha tegar, berusaha meyakinkan orang lain bahwa aku sehat dan baik-baik saja.
Mereka gak pernah tau bahwa dibalik keceriaanku, aku menahan pusing dan sinusitis yang amat sangat menyiksa.
Dan aku menyesal karena tidak mengiyakan omongannya zakik (re: cowokku) untuk segera periksa ke dokter.
Oke, ga lagi-lagi deh buat telat makan, minum obat dan olahraga apalagi telat ke dokter.
ketemu lagi sama aku yang cantik jelita HAHA
anyway, ini minggu dimana aku pusing 7 keliling. Minggu yang bener-bener bikin capek.
Di minggu yang harusnya aku mempersiapkan diri untuk ujian akhir, aku malah sakit.
Mulai dari sinusitis sampai daya tahan tubuhku nge-drop.
Berawal dari cuaca di Malang yang begitu dingin membuat sinusitisku kumat.
Ditambah lagi karena terlalu bersemangat dengan yang namanya tugas, aku sampai lupa untuk makan dan minum.
Alhasil, makanan dan minuman yang aku makan ngawur, ga pernah teratur.
Yah uma berbagi pengalaman sih. Seharusnya sesibuk apapun kamu, jangan lupa untuk makan minum dan jaga kesehatan. Akan lebih baik lagi jika menyempatkan untuk olahraga. Jangan seperti aku yang telat ke rumah sakit untuk periksa sinusitis. Akhirnya daya tahan tubuh menjadi semakin lemah. Dari sinusitis yang awalnya biasa saja, akhirnya menjadi pusing. Tapi pusingnya hanya disebelah kiri saja. Ini menyiksa!
Tapi aku berusaha tegar, berusaha meyakinkan orang lain bahwa aku sehat dan baik-baik saja.
Mereka gak pernah tau bahwa dibalik keceriaanku, aku menahan pusing dan sinusitis yang amat sangat menyiksa.
Dan aku menyesal karena tidak mengiyakan omongannya zakik (re: cowokku) untuk segera periksa ke dokter.
Oke, ga lagi-lagi deh buat telat makan, minum obat dan olahraga apalagi telat ke dokter.
Langganan:
Postingan (Atom)


